Hal itu terkait dengan penggunaan senjata kimia dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Korea Selatan dan Amerika Serikat diketahui mengklaim bahwa pembunuhan Kim Jong Nam oleh agen saraf VX di bandara Kuala Lumpur dua pekan lalu didalangi oleh Korea Utara. Mengingat racun yang digunakan itu merupakan racun yang berbahaya dan dilarang PBB karena merupakan senjata pemusnah massal.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-Se dalam Konferensi PBB terkait pelucutan senjata di Jenewa pekan ini menyebut bahwa segala bentuk penggunaan senjata pemusnahan massal harus ditindak, termasuk menangguhkan kursi untuk Korea Utara di PBB.
Menanggapi hal itu, China ikut angkat bicara,
"Apa yang harus saya katakan adalah bahwa situasi saat ini di Semenanjung Korea adalah kompleks dan sensitif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China geng Shuang.
"Dalam situasi ini, kami berharap semua pihak dapat mempertahankan keadaan tenang dan menahan diri untuk tidak melakukan apapun yang dapat mengganggu satu sama lain atau meningkatkan ketegangan regional," tambahnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: