Khawatir Dengan Sikap Trump, Perancis Perkuat Kerjasama Nuklir Dengan Iran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 31 Januari 2017, 15:22 WIB
Khawatir Dengan Sikap Trump, Perancis Perkuat Kerjasama Nuklir Dengan Iran
Jean-Marc Ayrault/Reuters
Kecil Besar
rmol news logo Perancis berjanji untuk mempertahankan kesepakatan nuklir Iran selama Teheran mematuhi secara ketat oleh kondisi kesepakatan itu.

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault tiba di ibukota Iran awal pekan ini untuk mempererat kerjasama.

Ayrault mengatakan bahwa hal itu tertuang dalam kepentingan bersama sebagaimana yang dijalin pada tahun 2015 di mana Iran setuju untuk menghentikan program nuklirnya dengan imbalan sanksi dicabut dipatuhi.

Namun ada kekhawatiran soal keberlanjutan kesepakatan tersebut, mengingat Presiden Amerika Serikat Donald Trump semasa kampanye menyebut bahwa kesepakatan itu merupakan kesepakatan terburuk yang pernah dinegosiasikan.

"Saya datang sebagai pembela kesepakatan itu, tetapi untuk waspada dan menjelaskan bahwa mereka (Iran) harus tak bercacat," kata Ayrault.

"Kami menyampaikan keprihatinan nyata tentang sikap pemerintahan Amerika Serikat terhadap perjanjian ini," katanya.

Kekhawatiran Perancis atas arah kebijakan Amerika Serikat di bawah Trump melampaui nasib kesepakatan nuklir Iran. Ia juga mengkritik soal keputusan Trump yang melarang masuknya imigran dari tujuh negara mayoritas muslim di dunia, termasuk Iran di dalamnya.

"Ini tidak ada hubungannya dengan memerangi terorisme," kata Ayrault. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA