Hal itu ditegaskan oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam pesan tahun barunya.
"Tahun lalu, dalam refleksi dari keinginan nasional untuk reunifikasi dan tuntutan waktu, kami mengedepankan kebijakan reunifikasi Juche berorientasi pada hasil Kongres Ketujuh Partai Pekerja Korea serta membuat upaya keras untuk mencapai tujuan ini," kata Kim Jong Un pesan tahun barunya.
Namun ia menyebut bahwa upaya itu terhalang sikap Korea Selatan yang seolah "menutup telinga" dan mengabaikan upaya Korea Utara.
"Sebaliknya, mereka menempel skema sanksi dan tekanan terhadap Korea Utara," kata Kim.
"Sehingga mendorong hubungan antar-Korea ke arah bencana terburuk," sambungnya,
Kim menambahkan bahwa tahun ini ada harapan baru untuk proses reunifikasi Korea. Hal itu adalah karena adanya gelombang anti-pemerintah di Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan sebelumnya diketahui menerapkan kebijakan bermusuhan dengan Korea Utara.
Selain itu, tahun 2017 ini akan ditandai ulang tahun ke 45 atas pernyataan bersejarah 4 Juli serta ulang tahun ke-10 Deklarasi 4 Oktober.
"Tahun ini kita harus membuka jalan yang luas untuk reunifikasi independen melalui upaya bersama dari seluruh bangsa," tegas Kim.
[mel]
BERITA TERKAIT: