
Sebuah pengadilan banding Argentina menghidupkan kembali kasus yang menuduh mantan Presiden Christina Fernandez mencoba untuk menutupi dugaan peran Iran dalam pemboman sebuah pusat Yahudi di Buenor Aires pada tahun 1994 lalu.
Jaksa yang pertama kali membawa tuduhan itu adalah Alberto Nisman. Ia meninggal dunia secara misterius pada Januari 2015.
Hakim kemudian melemparkan kasus ini keluar karena kurangnya bukti. Namun putusan itu dicabut pada Kamis (29/12).
Pusat Informasi Yudisial CIJ Argentina menyebut bahwa bukti yang ada tidak memungkinkan untuk pemberhentian yang jelas dari komisi.
Diketahui bahwa pengadilan Argentina menuduh Iran mensponsori seraangan yang menewaskan 85 orang di komunitas Yahudi AMIA tahun 1994 itu.
Kemudian Jaksa Nisman membawa tuduhan itu ke meja hukum. Nisman kemudian ditemukan di rumahnya dalam keadaan tewas dengan luka tembak di kepala, sehari setelah menuduh Fernandez mencoba mengagalkan penyelidikan kasus tersebut.
Ia menyebut bahwa tindakan Fernandez adalah untuk menutup kesenjangan energi negara dengan perdagangan biji-bijian Argentina untuk minyak Iran.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: