Eva Bartlett: Saya Menulis Kejujuran Soal Suriah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 19 Desember 2016, 13:19 WIB
Eva Bartlett: Saya Menulis Kejujuran Soal Suriah
Eva Bartlett/RT
rmol news logo Nama Eva Bartlett baru-baru ini menjadi sorotan karena mengecam liputan media Barat soal perang Suriah.

Ia merupakan seorang freelance jurnalis yang juga merupakan aktivis HAM. Ia memberikan pidato emosional di PBB beberapa waktu lalu soal peliputan media-media barat di Aleppo yang ia sebut tidak kredibel dan bahkan tidak nyata.

Bartlett sendiri merupakan seorang wartawan senior yang telah meliput perang di Suriah selama bertahun-tahun sejak perang saudara pecah.

Ia menjelaskan bahwa tentu ada wartawan-wartawan jujur di lapangan, namun pembentukan opini oleh media tentu sangan mengganggu. Bartlett menambahkan bahwa banyak lembaga media yang dihormati yang menghindari pemeriksaan fakta.

"Beberapa orang telah mengatakan bermasalah dengan hal-hal yang saya katakan, karena saya pada dasarnya mengkritik banyak media yang melaporkan soal masalah Suriah," kata Bartlett seperti dimuat Russia Today.

"Bukannya mencerna kritik atau apa yang saya katakan, mereka malah menuding saya adalah agen dari Suriah atau Rusia," tambahnya.

Wanita itu menegaskan bahwa ia berbicara hal itu karena keingannya sendiri dan bukan pengaturan dari pemerintah Suriah.

"Saya pikir ini benar-benar kesempatan yang baik untuk berbagi dengan khalayak yang lebih luas apa yang kulihat pada kunjungan independen saya ke Suriah," tegasnya.

"Satu-satunya hubungannya dengan pemerintah Suriah adalah duta Suriah untuk PBB yang menyetujui untuk memfasilitasi kesempatan ini," tambahnya.

Dalam pidato tersebut Bartlett juga menekankan bahwa korporasi media secara efektif melaporkan informasi itu adalah "kebalikan" dari apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Sedangkan apa yang ia tuliskan selama ini menjalankan tugasnya sebagai wartawan adalah apa yang ia saksikan sendiri di Suriah dan interaksinya dengan warga sipil Suriah yang ia temui.

"Jika orang tidak ingin mendengar suara-suara dari warga sipil Suriah dan jika mereka ingin mempertahankan narasi mereka yang sejalan dengan narasi NATO, yang sejalan dengan mendestabilisasi Suriah dan menjelekkan pemerintah Suriah dan mengabaikan keinginan besar dari rakyat Suriah. Maka mereka melakukan hal ini dengan menuduh saya menyebarkan propaganda," tekannya.

Bartlett juga memverifikasi bahwa ia tidak berpihak pada siapapun dan ia menulis dengan kejujuran.

"Fakta bahwa saya menulis tentang apa yang saya lihat di Suriah ketika saya di tanah di Suriah, ketika saya berbicara dengan warga sipil Suriah. Dan fakta bahwa saya kadang-kadang kontribusi ke Rusia Today (media Rusia) tiba-tiba ini menjadi masalah," kata Bartley.

"Saya seorang jurnalis lepas, saya menulis untuk siapa pun yang saya inginkan. Saya mengirimkan artikel ke bagian Rusia hari ini dan mereka memutuskan apakah atau tidak mereka akan menjalankannya," jelasnya.

"Fakta bahwa tulisan saya ini sejalan dengan rakyat Suriah, dalam beberapa hal sejalan dengan laporan media Rusia, tidak berarti bahwa saya melaporkan propaganda Rusia," jelasnya.

"Mengapa kita tidak melihat tuduhan ini ketika seorang wartawan BBC pergi ke Suriah dan melaporkan apa yang sering saya yakini merupakan cerita tidak lengkap? Mengapa mereka tidak dituduh bekerja untuk Negara Inggris? Mengapa wartawan Al Jazeera tidak dituduh bekerja untuk Qatar?" tanya Bartlett mengakhiri pidatonya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA