
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam perjanjian perlindungan intelijen militer yang dijalin oleh Jepang dan Korea Selatan pekan lalu.
Dalam sebuah pernyataan yang diterima redaksi, Korea Utara menilai bahwa perjanjian tersebut didorong oleh Amerika Serikat dengan dalih untuk mengatasi ancaman nuklir Korea Utara.
Padahal, kata keterangan tersebut, kesepakatan tersebut hanya akan memperburuk situasi di semenanjung Korea.
Bagi Korea Utara, perjanjian tersebut merupakan tantangan terang-terangan kepada Korea Utara.
"Situasi dengan jelas membuktikan bahwa Amerika Serikat dan pasukan pengikutnya yang terutama harus disalahkan untuk melecehkan perdamaian dan stabilitas (di semenanjung)," kata keterangan Kementerian Luar Negeri Korea Utara itu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: