Kelompok peretas atau hacker membuat permintaan tebusan bernilai sekitar 70 ribu dolar AS.
Sebagai tindakan pencegahan, staf mematikan semua mesin ticketing pada jaringan.
Komputer di jaringan transportasi kota, termasuk di stasiun dimatikan. Namun di layar muncul pesan dari para peretas yang berbunyi, "Anda diretas, semua data dienkripsi Hubungi Untuk kunci (
[email protected]) ID:. 681, Enter".
Yandex sendiri merupakan perusahaan internet Rusia yang menyediakan email dan alat jejaring sosial.
Perjalanan kereta api sendiri tidak terpengaruh.
"Belum ada dampak ke layanan transit, untuk sistem keamanan kami atau untuk informasi pribadi pelanggan kami," kata seorang juru bicara dinas trasnportasi setempat.
"Insiden ini masih dalam penyelidikan, sehingga tidak akan sesuai untuk memberikan rincian tambahan pada saat ini," tambahnya.
Belum diketahui dengan pasti siapa aktor di balik peretasan tersebut. Namun jaringan tiket kembali dihidupkan pada Minggu malam (27/11). Tidak diketahui dengan pasti pada akhirnya bagaimana kasus peretasan tersebut berakhir.
[mel]