Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dan pemimpin FARC Rodrigo Londono.
Pemerintah Kolombia dan FARC sebelumnya pernah menyepakati perjanjian damai. Namun ditolak oleh referendum pada 2 Oktober lalu.
Perjanjian yang direvisi tersebut kemudian akan diserahkan kepada kongres untuk disetujui, dan bukan lagi untuk direferendum.
Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri lima dekade konflik bersenjata, yang telah menewaskan lebih dari 260.000 orang dan meninggalkan jutaan pengungsi.
Ada sekitar 800 orang yang hadir dalam upacara penandatangan yang digelar di Teater Colon di Bogota.
Usai Santos dan Londono menandatangani perjanjian tersebut, seluruh tamu yang hadir berdiri dan meneriakkan "Si se Pudo" yang berarti "Ya kita bisa".
Londono yang juga dikenal dengan nama Timochenko mengatakan kesepakatan itu menempatkan akhir yang pasti untuk perang. Sehingga kedua belah pihak bisa mengatasi perbedaan dengan cara yang beradab.
Presiden Santos mengatakan kesepakatan yang direvisi adalah lebih baik dari yang sebelumnya.
[mel]