
Pemerintah di tiga daerah di Bolivia menyerukan untuk mengakhiri tahun ajaran dua minggu lebih awal karena negara menderita kekeringan yang parah dan berkepanjangan.
Tiga waduk yang memasok sebagian besar air ke ibukota, La Paz saat ini berada dalam kondisi hampir kering karena kemarau. Akibatnyam penjatahan air bagi masyarakat diberlakukan hingga kondisi membaik.
Lebih dari 125.000 keluarga diperkirakan terpengaruh, dengan sebagian di antaranya hanya mendapatkan air tiga hari sekali.
Presiden Bolivia Evo Morales telah mengumumkan keadaan darurat nasional
Presiden Evo Morales mengumumkan keadaan darurat nasional awal pekan ini.
Akibat pasokan air yang terbatas, masyarakat tidak bisa menjalankan aktivitas normal karena kurang memiliki air untuk minum dan tidak bisa mandi serta mencuci pakaian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: