Menurut keterangan kelompok medis Doctors Without Borders atau juga dikenal sebagai MSF karena akronim bahasa Perancis mengatakan bahwa rumah sakit setempat menerima total 21 korban tewas dan 75 korban luka. Sebagian besar mengalami patah tulang, luka bakar dan luka terbuka.
"Sayangnya, salah satu rekan kami yang bekerja sebagai penjaga di pusat trauma MSF di Taiz tewas karena saat kejadian ia sedang tidak bertugas dan berada di sekitar pasar," kata Djoen Besselink, kepala MSF misi di Yaman.
"Contoh lain memilukan dari seorang warga bekerja keras terkena dampak konflik yang sedang berlangsung ini," tambahnya.
Diketahui bahwa Taiz telah menjadi salah satu kota terparah dalam konflik Yaman di mana pertempuran antara pemberontak Syiah, yang dikenal sebagai Huthi, dan pasukan yang setia kepada pemerintah yang diakui secara internasional meningkat pekan ini.
Pasukan pro-pemerintah yang didukung oleh koalisi Saudi yang dipimpin, yang meluncurkan kampanye udara tahun lalu untuk mengusir Huthi dari wilayah di bawah kendali mereka, termasuk ibu kota Sanaa.
[mel]
BERITA TERKAIT: