Para pengunjuk rasa menilai bahwa pelegalan tersebut akan merusak tatanan keluarga tradisional.
Pemimpin Front Nasional untuk Keluarga yang mengorganisir aksi tersebut mengatakan bahwa mereka tidak menantang hak-hak gay atau lesbian, tetapi ingin mempertahankan nilai-nilai keluarga dan lembaga perkawinan.
Mereka menilai bahwa Meksiko saat ini tengah bertempur dengan ideologi yang mengancam nilai-nilai keluarga dan perkawinan.
"Dalam masyarakat demokratis Anda tidak bisa memaksakan satu pikiran," kata Mario Alberto Romo, juru bicara kelompok itu.
Para demonstran menyerukan pertemuan dengan Presiden Enrique Pena Nieto untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Diketahui bahwa di kawasan Amerika Latin, empat negara telah melegalkan pernikahan sesama jenis, mereka adalah Argentina, Brazil, Uruguay dan yang terbaru adalah Kolombia.
[mel]
BERITA TERKAIT: