Begitu hasil studi terbaru yang dirilis pekan ini di Journal of the American Medical Association (JAMA).
Hasil penelitian yang dilakukan selama lebih daru dua tahun itu menemukan bahwa pasien yang menggunakan perangkat teknologi untuk memantau aktivitas fisik kehilangan berat badan lebih sedikit daripada mereka yang memantau aktivitas fisik mereka sendiri.
Alih-alih memotivasi pengguna untuk melakukan lebih banyak latihan sepanjang hari, perangkat teknologi ternyata kurang efektif mendorong orang untuk menurunkan berat badan ketimbang menjalani diet dan olahraga terencana.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa saat ini masyarakat modern terlalu bergantung pada gadget yang dikenakan di tangan atau lengan untuk membantu mereka memotinor aktivitas fisik, melihat jumlah kalori yang dibakar, detak jantung dan kualitas tidur. Padahal, apa yang ditampilkan perangkat tersebut tidak selalu tepat.
Hasil tersebut ditemukan setelah peneliti menjalani tes kepada 470 orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, berusia antara 18 hingga 35 tahun.
Penelitian tersebut dilakukan selama 24 bulan. Semua orang yang terlibat dalam penelitian menjalani diet rendah kalori dan melakukan latihan rutin.
Setelah enam bulan, setengah dari orang dalam penelitian tersebut diberikan gelar pelacak aktivitas tubuh. Sedangkan sisanya melakukan diet dengan cara memantau aktivitas dan latihan sendiri.
Hasil penelitan tersebut menemukan bahwa mereka yang memantau sendiri aktivitas diet mengalami penurunan berat badan lebih tinggi daripada mereka yang menggunakan gadget.
[mel]
BERITA TERKAIT: