Anak tersebut tewas setelah naik ke atap sebuah truk yang tengah berjalan lambat menuju pelabuhan pekan lalu. Namun kemudian anak lain berusaha menarikanya hingga ia kehilangan pegangan dan jatuh ke jalan di mana ia ditabrak oleh mobil lain.
Ia diduga hendak ikut menyebrang ke Inggris untuk menyelundup menyusul kerabatnya.
Ini adalah kematian ke-13 yang terjadi pada tahun ini di dekat pelabuhan Calais. Sedangkan ia adalah anak ketiga yang menjadi korban tewas.
"Mereka begitu putus asa untuk melanjutkan hidup mereka dan berusaha bergabung kembali dengan keluarganya yang terletak 30 mil jauhnya," kata Jess Egan, seorang relawan di kamp migran di Calais di mana anak tersebut ditampung.
Ia menyebut bahwa anak tersebut telah berada di Calais selama lima atau enam bulan.
"Kami akan sering melakukan percakapan tentang betapa ia ingin berada di Inggris, di sekolah, dan untuk melanjutkan hidupnya," katanya.
"Tapi ia terjebak di kamp, dalam kondisi mengerikan," sambungnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: