Pihak kepolisian Perancis menyebut bahwa alarm palsu tersebut memicu digelarnya operasi pengamanan polisi skala besar.
Operasi keamanan tersebut dilakukan di gereja Saint-Leu di distrik perbelanjaan sibuk Chatelet. Dalam aplikasi peringatan keamanan, SAIP, pihak kepolisian memperingatkan agar masyarakt menjauh.
Lebih dari 100 polisi, termasuk unit elit dikerahkan ke lokasi.
Namun hal itu hanya berlangsung beberapa saat setelah ditemukan bahwa tidak ada bahaya yang ditemukan.
Menteri Dalam Negeri, Bernard Cazeneuve, mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi alarm palsu dan mengatakan bahwa keadaan di lokasi masih belum dapat ditentukan.
Sedangkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Perancis Pierre-Henry Brandet menyebut bahwa proses evakuasi dilakukan di lokasi.
"Saat operasi berlangsung, pastor gereja keluar serta sejumlah orang dan BRI (layanan intervensi darurat dan pencarian) memastikan tidak ada orang, bahwa tidak ada penyerang," katanya.
Diketahui bahwa Perancis berada dalam situasi siaga tinggi untuk ancaman keamanan setelah serangkaian serangan oleh militan radikal yang telah menewaskan lebih dari 230 orang sejak Januari 2015.
[mel]
BERITA TERKAIT: