
Menteri Luar Negeri sekaligus penasihat utama Myanmar Aung San Suu Kyi mendesak perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk mendongkrak investasi di Asia Tenggara.
Ia menyebut bahwa pembangunan ekonomi yang didorong oleh investasi asing sangat diperlukan untuk menunjukkan bahwa demokrasi bisa sejalan dengan perubahan mata pencaharian.
Hal itu disampaikan Suu Kyi sehari setelah Presiden AS Barack Obama berjanji untuk mencabut sanksi lama pada Myanmar (Kamis, 15/9).
"Keberhasilan Ekonomi merupakan salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk membujuk masyarakat kita, termasuk militer, bahwa demokrasi adalah cara terbaik ke depan untuk persatuan kita," kata Suu Kyi dalam momen pertemuan dengan para pebisnis Amerika Serikat.
"Dalam rangka transisi politik, kita harus juga membuat harapan ekonomi rakyat kita terpenuhi," tambahnya,
Diketahui bahwa Amerika Serikat perlahan-lahan mencabut sanksi terhadap Myanmar pasca negara tersebut beralih dari sistem kediktatoran militer menjadi demokrasi. Aung San Suu Kyi sendiri merupakan tokoh yang paling vokal menyuarakan transisi tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: