Mogherini mengusulkan untuk mendirikan kantor pusat di Brussel bagi grup tempur Eropa. Kelompok ini bisa melakukan intervensi militer dalam keadaan kritis.
Pembangunan markas militer gabungan itu merupakan satu dari empat usulan prioritas yang disampaikan pasca Brexit.
Namun demikian, ia memastikan bahwa kebijakan pertahanan tetap berada di tangan pemerintahan negara Eropa masing-masing.
Mogherini juga menekankan bahwa ia bukan mengusulkan tentara Uni Eropa. Ia hanya menjelaskan bahwa hengkangnya Inggris dari Uni Eropa seharusnya menjadi Uni Eropa tidak memiliki alasan untuk tidak bergerak maju dalam memberikan Uni Eropa kapasitas pertahanan.
Usulannya tersebut dituangkan dalam sebuah dokumen visi bersama yang diterbitkan beberapa hari setelah referendum Uni Eropa.
"Sebagai warga Eropa kita harus mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk keamanan kita. Kita harus siap dan mampu untuk mencegah, menanggapi, dan melindungi diri terhadap ancaman eksternal," kata dokumen tersebut.
"Sementara NATO hadir untuk membela anggotanya, yang kebanyakan adalah anggota Uni Eropa, dari serangan eksternal, Eropa harus lebih siap, terlatih dan terorganisir untuk berkontribusi tegas untuk upaya kolektif serta bertindak secara otonom jika dan ketika diperlukan," sambung pernyataan di dokumen tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: