"Perbedaan dalam ideologi dan sistem antara Utara dan Selatan harusnya tidak menjadi sumber ketidakpercayaan dan konflik antara kedua negara," kata Duta Besar Korea Utara untuk Indonesia An Kwang Il dalam resepsi National Day ke-68 Rabu malam (7/9) di Kedubes Korea Utara, Jakarta.
Untuk mencapai reunifikasi, sambungnya, semua partai politik dan organisasi baik di Korea Utara maupun di Korea Selatan harus menjalankan prinsip saling berkomunikasi, pertukaran, solidaritas dan kolaborasi. Hal itu merupakan instrumen pembentuk iklim untuk rekonsiliasi dan persatuan.
Ia pun menekankan, semua pihak harusnya tidak mentolerir tindakan separatis dari pasukan asing yang justru menjauhkan kedua negara satu rumpun semakin jauh dari perdamaian.
"Ini adalah sikap kami terkait dengan reunifikasi," tegasnya.
Pernyataanya tersebut mengingat keberadaan pasukan Amerika Serikat di perairan Korea dan kerap melakukan latihan gabungan yang menjadi ancaman tersendiri bagi Korea Utara.
An Kwang Il juga memastikan bahwa Korea Utara siap menyingkirikan akan penyebab ancaman perang nuklir yang diciptakan oleh Amerika Serikat.
"Perdamaian adalah hal yang diinginkan oleh rakyat kami yang terkespos bahaya akan perang nuklir," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: