Kejadian tersebut berlangsung awal bulan ini. Para demonstran berteriak dan menyebut Gabriel sebagai pengkhianat rakyat.
Gabriel sebelumnya berbicara secara terbuka bahwa ayahnya, Walter yang merupakan
Mereka menyebut soal ayah Gabriel yang merupakan pendukung Nazi. Ia menekankan bahwa ayahnya menyangkal keterlibatannya atas Holocaust sampai akhir hayatnya tahun 2012 lalu.
Dikabarkan
BBC, Gabriel tidak menyesal dengan sikapnya yang mengacungkan jari tengah. Ia hanya menyesal tidak menggunakan kedua tangannya.
Ia menyebut bahwa para demonstran merupakan sosok Nazi muda yang agresif dan siap melakukan kekerasan.
Sementara itu partainya di mana Gabriel bernaung, Social Democratic Party (SPD) menyebut bahwa sikap GAbriel hanyalah reaksi emosional.
"Jelas Sigmar Gabriel tidak menganggap isyarat itu merupakan bentuk yang tepat dari komunikasi sehari-hari, tetapi komunikasi tidak mungkin dengan neo-Nazi yang jelas siap untuk menggunakan kekerasan," kata keterangan SPD.
[mel]
BERITA TERKAIT: