Duterte diketahui menduduki kursi nomor satu Filipina sejak tujuh minggu lalu. Sejak awal menjabat, ia dengan tegas meluncurkan perang melawan narkoba.
Menurut catatan kepolisian Filipina, sejak 1 Juli kemarin tercatat ada 712 pengedar dan pengguna narkoba tewas dalam operasi polisi.
Selain itu, polisi juga tengah menyelidiki 1.067 pembunuhan lainnya terkait narkoba.
Terkait perang melawan narkoba, pekan lalu, dua ahli hak asasi manusia PBB mendesak Manila untuk menghentikan eksekusi di luar hukum dan pembunuhan.
Menanggapi hal tersebut, pada akhir pekan Duterte mengeluarkan pernyataan berdana keras bahwa Filipina mungkin akan meninggalkan PBB dan mengundang China serta negara lainnya untuk membentuk sebuah forum global yang baru. Ia menilai PBB gagal memenuhi mandatnya.
Namun awal pekan kemarin, Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay menegaskan bahwa Filipina akan tetap menjadi anggota PBB dan menyebut bahwa pernyataan presiden hanya menggambarkan kekecewaan.
[mel]
BERITA TERKAIT: