Dokumen yang bocor itu merupakan milik kementerian Dalam Negeri Jerman. Disebutkan bahwa ada banyak laporan solidaritas dan aksi dukungan untuk Ikhwanul Muslimin Mesir, Hamas dan kelompok-kelompok oposisi Islamis bersenjata di Suriah dari Partai AKP yang berkuasa dan Presiden (Recep Tayyip Erdogan) menggarisbawahi ideologi mereka.
"Sebagai hasil dari kebijakan dalam dan luar negeri Ankara yang telah Islamisasi langkah demi langkah sejak 2011, Turki telah berkembang menjadi platform pusat aksi untuk kelompok-kelompok Islam di kawasan Timur Tengah," begitu kata dokumen tersebut seperti dikabarkan
BBC (Kamis, 16/8).
Baik Uni Eropa maupun Amerika Serikat melihat Hamas sebagai organisasi teroris.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman Johannes Dimroth mengatakan laporan rahasia telah ditandatangani oleh wakil Menteri dan baik Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere maupun kementerian luar negeri telah terlibat.
"Di mana orang bekerja, kesalahan bisa terjadi," kata Dimroth.
Tapi Turki menuntut penjelasan lebih lanjut terkait hal tersebut.
"Ada indikasi baru dari pola pikir terdistorsi yang telah mencoba untuk melemahkan negara kita dengan cara (menyerang) presiden kita dan pemerintah kita," kata sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki dikutip kantor berita Anadolu.
[mel]
BERITA TERKAIT: