
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar Amerika Serikat mengekstradisi seorang ulama oposisi Turki, Fethullah Gulen. Ia merupakan sosok yang ditunjuk hidungnya oleh Erdogan atas upaya kudeta militer gagal pada pertengahan Juli lalu.
Di hadapan ribuan pendukungnya di luar istana presiden di Ankara kemarin (Rabu, 10/8) Erdogan mengatakan Washington harus memilih antara Turki atau Gulen.
"Cepat atau lambat, Amerika Serikat akan membuat pilihan. Baik Turki atau Gulen. Mereka juga akan memilih teroris Gulen atau Turki, negara demokratis. Mereka butuh untuk membuat pilihan," kata Erdogan seperti dimuat
Press TV.
Dia mengatakan bahwa Turki telah mengirimkan 85 kotak file ke Washington untuk membuktikan dugaan peran Gulen dalam kudeta yang gagal.
Washington sejauh ini menolak untuk mengekstradisi Gulen ke Turki dengan dalih bahwa Turki tidak memiliki cukup bukti atas keterlibatan Gulen dalam kudeta tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: