Pasalnya Trump menyebut bahwa masyarakat yang mendukung hak penggunaan senjata api bisa menghentikan Clinton menuju kemenangan dalam pemilu.
"Kata-kata dapat memiliki konsekuensi yang luar biasa," kata Clinton dalam kampanyenya di Des Moines, Iowa (Rabu, 10/8).
Clinton juga menyindir Trump yang melontarkan komentar miring terhadap keluarga seorang tentara Muslim Amerika yang tewas di medan perang atau yang disebut sebagai sebuah keluarga Gold Star.
"Kemarin kita menyaksikan garis panjang penyataan terbaru dari Donald Trump yang melintasi garis. Kekejamannya terhadap keluarga Gold Star, saran santainya bahwa lebih banyak negara yang harus memiliki senjata nuklir. Dan sekarang menghasut kekerasan dengan santainya," tutur mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ini.
"Hal ini menunjukkan bahwa Donald Trump hanya tidak memiliki temperamen untuk menjadi presiden dan panglima tertinggi Amerika Serikat," tegas Clinton.
Sebelumnya di rapat umum di North Carolina, Trump menyebut bahwa Clinton akan menempatkan hakim liberal di Mahkamah Agung jika berhasil menjadi presiden. Bila demikian, maka pihak liberal akan mengancam hak kepemilikan senjata di Amerika Serikat.
Para pendukung hak kepemilikan senjata api itulah yang menurut Trump akan bisa menjegal pencalonan Clinton.
[mel]
BERITA TERKAIT: