Begitu bunyi surat terbuka yang ditandatangani oleh 50 pakar keamanan nasional Republik.
"Dia (Trump) melemahkan otoritas moral sebagai pemimpin dunia bebas AS," begitu bunyi surat tersebut.
"Dia tampaknya tidak memiliki pengetahuan dasar tentang dan keyakinan dalam Konstitusi AS, undang-undang AS, dan lembaga-lembaga AS, termasuk toleransi beragama, kebebasan pers, dan peradilan yang independen," sambung surat tersebut.
Di antara pakar keamanan nasional dari Partai Republik yang menandatangani surat terbuka itu adalah mantan direktur CIA Michael Hayden.
Dalam surat itu disebut juga bahwa Trump tidak memiliki karakter, nilai-nilai serta pengalaman untuk menjadi presiden.
"Tak satu pun dari kita akan memilih Donald Trump," tulis surat itu.
Trump diketahui menjadi sorotan bukan hanya karena pencalonannya, tapi juga karena rancangan kebijakan-kebijakan yang ia sampaikan dalam sejumlah kesempatan.
Kandidat Partai Republik itu telah mempertanyakan apakah Amerika Serikat harus menghormati komitmen NATO, mendukung penggunaan penyiksaan dan menyarankan bahwa Korea Selatan dan Jepang harus mempersenjatai diri dengan senjata nuklir.
Menanggapi hal tersebut, Trump menyebut bahwa orang-orang yang menandatangani surat tersebut harus mencari jawaban mengapa dunia berantakan.
"Mereka tidak lebih dari elit Washington gagal yang mencari cara untuk mempertahankan kekuasaan mereka dan saatnya mereka harus bertanggung jawab atas tindakan mereka," kata Trump seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: