Pasalnya, di tengah hiruk pikuk pesta, terjadi kebakaran yang menewaskan 38 orang, termasuk 16 anak-anak.
Insiden itu terjadi di kota Ambalavato akhir pekan kemarin. Kebakaran bermula dari munculnya percikan api yang muncul dari bara api untuk memasak.
Api membesar karena tiupan angin dan kemudan menyebar ke atap jerami.
Pesta tersebut digelar sang pemilik rumah untuk merayakan renovasi rumah.
"Dari 39 orang di rumah, 38 tewas, termasuk 16 anak-anak," kata juru bicara polisi Herilalatiana Andrianarivosona awal pekan ini.
Saat kebakaran berlangsung, penduduk sekitar berusaha menyelamatkan korban yang terjebak, namun pintu tidak bisa dibuka.
Pemakaman ke-38 korban digelar awal pekan ini. Demikian seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: