RMOL. Kelompok militan ISIS mengklaim berada di balik serangan bom bunuh diri yang terjadi di tengah demonstrasi yang dilakukan oleh anggota kelompok minoritas Hazara di Kabul Afghanistan akhir pekan ini.
"Dua pejuang ISIS meledakkan sabuk peledak di sebuah pertemuan Syiah di kota Kabul Afghanistan," beitu bunyi pernyataan singkat yang dirilis ISIS ebeperti dimuat
BBC.
Bila terkonfirmasi, maka serangan tersebut merupakan yang paling mematikan sejak kampanye pimpinan Amerika Serikat dilancarkan di Afghanistan untuk menggulingkan Taliban pada tahun 2001 lalu. Dalam serangan tersebut, menurut keterangan dari Kementerian Dalam Negeri, setidaknya 80 orang tewas dan 230 lainnya luka-luka.
Para anggota Hazara tersebut diketahui tengah berujuk rasa menentang jalur listrik yang direncanakan akan menelan biaya jutaan dolar AS.
Para pejabat di badan intelijen utama Afghanistan, Direktorat Keamanan Nasional (NDS), mengatakan serangan itu direncanakan oleh seorang individu bernama Abu Ali yang merupakan militan ISIS.
Pihak keamanan Afghanistan kecolongan, pasalnya, aksi unjuk rasa tersebut telah dikawal dengan ketat dengan penjagaan maksimal dan juga helikopter yang berpatroli. Namun aksi bom bunuh diri tetap saja berhasil dilakukan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: