Pasalnya, hingga Juni 2016 ini, tercatat telah ada 10 orang wartawan yang tewas ketika tengah menjalani tugasnya di Afghanistan.
Menurut catatan Komite Keselamatan Wartawan Afghanistan (AJSC), dalam temuan selama periode Januari hingga Juni tahun ini, tercatat ada sedikitnya 54 kasus kekerasan terhadap jurnalis di seluruh negeri.
Jumlah tersebut meningkat 38 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Termasuk dalam insiden itu adalah pembunuhan, penahan, intimidasi serta penyerangan terhadap jurnalis.
AJSC menyebut bahwa pemerintah Kabul bertanggungjawab atas 21 insiden kekerasn terhadap jurnalis. Sedangkan kelompok Taliban bertanggung jawab atas 16 kasus.
Namun demikian AJSC tidak memberikan rincian spesifik untuk orang-orang pemerintah yang terlibat.
Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa jumlah kasus yang melibatkan Taliban telah secara drastis meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Badan tersebut juga mengatakan bahwa menyusul situasi keamanan yang semakin memburuk di Afghanistan, jumlah wartawan wanita pun semakin berkurang.
"Perempuan menjalani peran lemah dalam kepemimpinan bagian pemberitaan, menyoroti kemunduran kualitatif pertumbuhan perempuan di media," kata laporan itu
"Saat ini, kehadiran perempuan di media sebagian besar terbatas pada daerah perkotaan," kata laporan yang sama seperti dimuat
Press TV (rabu, 13/7).
[mel]
BERITA TERKAIT: