Begitu kata Presiden Venezuela Nicholas Maduro awal pekan ini.
"Tanpa adanya peringatan, Citibank mengatakan bahwa dalam 30 hari akan menutup akun Bank Sentral dan Bank Venezuela," kata Maduro seperti dimuat Reuters (Selasa, 12/7).
Karena kontrol mata uang ketat sejak tahun 2003, pemerintah Venezuela mengandalkan Citibank untuk transaksi mata uang asing.
Maduro juga mengecam langkah tersebut dan menilainya sabagai salah satu bentuk blokade.
"Apakah Anda pikir mereka akan menghentikan kita dengan blokade keuangan? Tidak, Tuan-tuan," tegas Maduro seperti dimuat
Reuters.
Belum ada keterangan atau konfirmasi dari Citibank sendiri.
Namun demikian perlu diketahui bahwa Venezuela tengah tenggalam dalam krisis ekonomi menyusul banyaknya perusahaan asing yang menarik investasinya dari Venezuela atau mengurangi operasinya.
Kritikus mengatakan ekonomi sosialis Maduro dan pendahulunya Hugo Chavez telah menjadi bencana bagi Venezuela. Sedangkan pemerintah Venezuela kerap kali menyalahkan musuh politik dan pengusaha lokal karena dinilai melancarkan perang ekonomi.
[mel]
BERITA TERKAIT: