Ia berjanji untuk melanjutkan perjuangan kelompok militan tersebut untuk melawan Amerika Serikat beserta para sekutunya.
"Kami akan terus menyerang dan menargetkan anda di negara anda da di luar negeri sebagai tanggapan atas penindasan anda terhadap orang-orang Palestina, Afghanistan, Suriaj, Irak, Yaman, Somalia serta Muslim lainnya yang tidak bertahan dari penindasan," kata Hamza bin Laden dalam pesan audio yang dipublikasikan secara online akhir pekan kemarin.
Dalam pesan berdurasi 21 menit itu, ia pun menekankan upaya balas dendamnya atas kematian sang ayah.
"Adapun balas dendam oleh negara Islam bagi Sheikh Osama. Semoga Allah merahmatinya. Ini bukan balas dendam bagi Osama secara personal tapi ini adalah balas dendam bagi mereka yang membela Islam," sambungnya dalam pesan berjudul "We Are All Osama" itu, sebagaimana dimuat
Reuters.
Osama bin Laden diketahui tewas dalam persembunyiannya di Pakistan. Ia tewas di tangan pasukan komando Amerika Serikat pada tahun 2011 lalu dalam operasi militer.
Menurut Brookings Institution, sang putra, yakni Hamza saat ini diperkiran berusia dua puluh tahunan. Ia diketahui berada di sisi ayahnya di Afghanistan sebelum serangan 9/11 dan menghabiskan waktu bersamanya di Pakistan setelah invasi pimpinan Amerika Serikat mendorong banyak pemimpin senior al Qaeda di sana.
[mel]
BERITA TERKAIT: