Negara tersebut menyarankan khususnya kepada para pemuda agar berhati-hati bila bepergian ke Amerika Serikat, terutama di kota-kota yang terkena dampak atas insiden penembakan polisi di negeri Paman Sam itu.
"Untuk laki-laki muda khususnya diminta untuk ekstra hati-hati di kota yang terkena dampak dalam interaksi mereka dengan polisi. Jangan konfrontatif," begitu bunyi keterangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Bahama pekan ini.
Dalam keterangan yang sama juga diserukan agar warga Bahama, khususnya para pemuda tidak terlibat dalam protes dan menghindari kerumunan orang banyak.
"Jangan terlibat dalam demonstrasi politik atau lainnya dalam keadaan apapun serta hindarilah orang banyak," sambung keterangan tersebut seperti dimuat
BBC.
Travel advisory itu dikeluarkan oleh pemerintah negara bekas jajahan Inggris itu jelang peringatan hari kemerdekaan pada 10 Juli hari ini, saat di mana banyak warga Bahama bepergian ke luar negeri, termasuk Amerika Serikat.
Pemerintah Bahama khawatir warganya terkena dampak atas kasus penembakan polisi di Dallas Amerika Serikat. Pasalnya, kasus tersebut berbau tensi rasial setelah dua orang pria kulit hitam telah ditembak mati oleh polisi di Minnesota dan Louisiana.
Sedangkan menurut CIA, di Bahama sendiri, sekitar 90 persennya adalah populasi warga berkulit hitam.
[mel]
BERITA TERKAIT: