"Amerika Serikat menyampaikan solidaritas dengan sekutu NATO kita di Turki dalam memerangi ancaman terorisme bersama," kata juru bicara Kementerian Luar negeri Amerika Serikat John Kirby.
"Serangan brutal ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian kekerasan yang menargetkan orang-orang tak bersalah di Turki," sambungnya.
Serangan itu sendiri diketahui menewaskan lima orang dan melukai 36 orang lainnya. Satu di antara korban tewas merupakan pelaku bom bunuh diri. Korban lainnya merupakan warga negara Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengklaim serangan tersebut.
Selain Amerika Serikat, kecapan serupa datang dari Israel.
"Ada informasi bahwa itu adalah serangan yang dilakukan oleh anggota ISIS, tapi ini adalah informasi awal, kami masih memeriksa itu," begitu kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Sementara Iran, melalu Menteri luar Negeri Mohammad Javad Zarif menyebut bahwa Istanbul tengah menghadapi wajah buruk terorisme saat ini.
Serangan di kota terbesar di Turki itu terjadi hanya selang beberapa hari dari setangan yang terjadi di Ankara. Dalam serangan bom bunuh diri itu, kelompok militan Kurdi telah mengklaim bertanggungjawab. Di antara korban tewas dalam serangan di Ankara adalah sejumlah warga Jerman.
Akibatnya, Kedutaan Besar Jerman dan Konsulatnya, baik di Ankara maupun di Istanbul ditutup. Sekolah Jerman di negara itu pun ditutup karena adanya indikasi soal kemungkinan serangan lanjutan.
[mel]
BERITA TERKAIT: