Untuk diketahui bahwa baru-baru ini, dalam sebuah wawancara dengan CNN, Trump menyebut bahwa "Saya pikir Islam membenci kita (Amerika Serikat), ada kebencian yang luar biasa".
Kelompok advokasi Council on American-Islamic Relations merespon hal tersebut dengan mendesak agar miliuner tersebut meminta maaf.
"Retorika anti-Muslim Donald Trump tidak mencerminkan kepemimpinan, melainkan mencerminkan pola pikir fanatik yang hanya berfungsi untuk membagi bangsa kita dan dunia," kata direktur eksekutif nasional kelompok tersebut Nihad Awad dalam sebuah pernyataan.
Mereka pun menyerukan agar Trump meminta maaf dalam debat terbuka Partai republik Kamis malam kemarin di Miami.
Namun demikian, dalam debat kemarin Trump menolak membantah atau meminta maaf atas pernyataanya itu.
"Saya akan tetap dengan apa yang saya katakan," tegasnya seperti dimuat
Press TV (Jumat, 11/3).
[mel]
BERITA TERKAIT: