Mengenang Lima Tahun Gempa Dan Tsunami Berujung Bencana Nuklir Jepang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 11 Maret 2016, 13:19 WIB
Mengenang Lima Tahun Gempa Dan Tsunami Berujung Bencana Nuklir Jepang
ilustrasi/net
Kecil Besar
rmol news logo Hari ini (Jumat, 11/3) Jepang memperingati lima tahun bencana gempa bumi berujung tsunami yang menewaskan lebih dari 18.000 orang.

Dalam peringatan hari ini, seluruh warga Jepang akan mengheningkan cipta pada pukul 02.46 waktu setempat. Waktu tersebut dipilih karena bersamaan dengan waktu saat gempa melanda.

Selain itu, Perdana Menteri Shinzo Abe dan Kaisar Akihito akan meletakkan rangkaian bunga pada upacara peringatan di Tokyo.

Gempa berkekuatan hingga 9 skala richter diketahui mengguncang Jepang pada Maret 2011 lalu. Gempa memicu munculnya gelombang air besar tsunami di wilayah utara-timur Jepang.

Tidak sampai di situ, gempa berujung tsunami kemudian memicu terjadinya bencana nuklir terburuk di dunia setelah Chernobyl pada tahun 1986. Pasalnya, gempa dan tsunami tersebut membuat kinerja mesin pendingin di pabrik nuklir Fukushima Daiichi terganggu sehingga menyebabkan serangkaian kebocoran.

Kebocoran di pabrik nuklir tersebut kemudian memuntahkan radiasi ke sekitarnya sehingga memaksa lebih dari 160 ribu orang yang tinggal di sekitar pabrik untuk mengungsi.

Kendati demikian, pemerintah Jepang terus menggenjot pekerjaan rekonstruksi di daerah tersebut dan menggelontorkan miliaran dolar AS. Namun demikian masih banyak hal yang belum tertangani pasca bencana 2011 itu.

"Rehabilitasi dan rekonstruksi telah mencapai tingkat tertentu dalam hal 'hardware', namun masih ada kekurangan dalam 'software'. Kami akan hadir untuk kedua aspek di masa depan, dan mencapai rekonstruksi keseluruhan dalam lima tahun ke depan," janji Menteri Rekonstruksi Jepang Takagi Tsuyoshi seperti dimuat BBC. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA