"Kami berduka atas menghilangnya 239 orang, termasuk 50 orang warga negara Malaysia di dalam penerbangan," kata Perdana Menteri Malaysia Nadjib Razak dalam pernyataanya.
Setelah dua tahun menghilang, nasib pesawat nahas tersebut belum juga bisa dipastikan. Upaya pencarian pun masih terus dilakukan, utamanya di kawasan Samudera Hindia bagian selatan, wilayah yang diyakini menjadi lokasi jatuhnya pesawat tersebut.
Australia bersama dengan Malaysia dan China bekerjasama dalam upaya pencarian tersebut dengan menggelontokan dana jutaan dolar AS dan sejumlah armada laut berteknologi canggih.
"Hilangnya MH370 adalah tanpa preseden, dan pencarian yang dilakukan telah menjadi hal yang paling menantang dalam sejarah penerbangan," kata Nadjib.
"Pencarian dilakukan pada kedalaman hingga enam kilometer, melintasi pegunungan bawah laut, dan di arus tercepat di dunia, tim pencari telah bekerja tanpa lelah untuk menemukan tempat MH370 ini beristirahat. Kami sangat berterima kasih atas upaya mereka," sambungnya seperti dimuat
News Straits Times.
Terkait dengan nasib MH370, Nadjib menyebut bahwa proses penyisiran yang dipimpin Australia di Samudera Hindia bagian selatan akan selesai pada tahun ini.
"Jika tidak, maka Malaysia, Australia dan China akan mengadakan pertemuan tiga pihak untuk menentukan jalan selanjutnya," tutup Nadjib.
[mel]