Petenis 28 tahun asal Rusia itu dinyatakan positif meldonium, zat yang telah ia konsumsei sejak tahun 2006 lalu.
Dikabarkan
BBC (Selasa, 8/3), Sharapova menyediakan sampel anti-doping yang diperlukan pada 26 Januari lalu. Kemudian Badan Anti-Doping Duni (Wada) menganalisi sampel dan menyatakan bahwa ia positif meldonium.
"Saya gagal dalam tes dan mengambil tanggung jawab penuh untuk hal itu," kara Sharapova, yang memenangi gelar Wimbledon saat berusia 17 tahun pada tahun 2004.
"Sangat penting untuk anda pahami bahwa selama 10 tahun obat ini tidak ada pada daftar pelarangan di Wada, dan saya telah secara resmi meminum obat itu selama 10 tahun terakhir," sambungnya.
Namun demikian, beber Sharapova, pada 1 Januari lalu aturan telah berubah di tubuh Wada. Lembaga tersebut memasukkan meldonium ke dalam zat terlarang.
Ia menambahkan bahwa pada Desember lalu ia pernah mendapat pemberitahuan dari Wada terkait dengan perubahan yang terjadi pada daftar obat yang dilarang. Namun Sarapova tidak memperhatikan daftar tersebut.
Sementara itu, perusahaan pakaian olahraga, Nike yang telah lama mensponsori Sharapova mengumumkan bahwa pihaknya menghentikan hubungan dengan pemain sampai penyelidikan selesai.
"Kami sedih dan terkejut dengan berita tentang Maria Sharapova," kata Nike.
"Kami telah memutuskan untuk menangguhkan hubungan kita dengan Maria saat penyelidikan terus berlanjut," sambung pernyataan tersebut.
Sharapova diketahui telah menjadi atlet wanita berpenghasilan tertinggi di dunia selama 11 tahun terakhir, menurut daftar Forbes. Penghasilan yang didapatnya dari tenis mencapai hampir 26 juta poundsterling.
[mel]