Begitu keterangan dari juru bicara majelis tinggi di parlemen Myanmar pada Selasa (1/3).
Keterangan itu muncul menyusul pertemuan terkait transisi politik di Myanmar yang digelar antara pemimpin militer Min Aung Hlaing dan pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi.
Suu Kyi yang juga merupakan pimpinan National League for Democracy (NDL) merupakan kandidat kuat calon presiden Myanmar berikutnya setelah partainya memenangkan 80 persen kursi parlemen dalam pemilu November lalu. Namun Suu Kyi dijegal untuk memegang jabatan tertinggi di Myanmar karena dua putra dan akmarhum suaminya bukanlah warga negara Myanmar.
Pada 10 Maret mendatang, masih-masing pihak akan mencalonkan wakil presiden.
sedangkan anggota parlemen militer, yang memegang seperempat dari kursi parlemen mengusung calon ketiga.
Setelah calon-calon tersebut muncul, sesi bersama kemudian akan digelar untuk memutuskan presiden yang akan menjabat selama lima tahun.
Presiden yang baru kemudian akan menentukan kabinet yang akan segera menjabat mulai 1 April mendatang. Demikian seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: