Dikabarkan
BBC (Senin, 29/2), para orangtua dari anak-anak yang belajar di sebuah sekolah di wilayah Kurunegala memaksa anak-anak mereka keluar dari sekolah karena ada rumor salah seorang anak laki-laki di sekolah tersebut terkena AIDS.
Ibu anak laki-laki itu menyebut bahwa banyak sekolah yang sebelumnya menolak anaknya karena suaminya meninggal karena diagnosa AIDS yang ternyata salah.
Anak laki-laki berusia enam tahun itu dan ibunya sebenarnya telah memiliki sertifikat yang menunjukkan bahwa ia bebas dari AIDS. Namun tetap saja stigma negatif melekat pada mereka.
Para orangtua di sekolah tersebut memprotes untuk mengeluarkan anak tersebut dari sekolah. Namun pihak sekolah menolak. Sebagai bentuk protes, para orangtua pun mengeluarkan anak mereka dari sekolah secara bersama-sama sejak pekan lalu.
Akibatnya, tak ada satupun anak yang tersisa selain anak laki-laki yang dirumorkan terkena AIDS itu. Aktivitas belajar-mengajar pun tidak dilakukan awal pekan ini.
Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah berencana menggelar sesi diskusi dengan para orangtua untuk mendidikan secara benar terkait AIDS serta menjelaskan lebih lanjut bahwa anak tersebut tidak terkena AIDS.
Otoritas pendidikan dan HAM setempat pun akan ikut ambil bagian dalam proses edukasi tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: