Ribuan pekerja fiktif, tepatnya 23.846 orang itu diketahui setelah dilakukan audit oleh Kementerian Keuangan Nigeria. Audit tersebut dimulai pada bulan Desember lalu dengan menggunakan data biometrik dan sejumlah verifikasi bank untuk mengidentifikasi pemegang rekening bank di mana gaji dibayar.
Dimuat
BBC (Senin, 29/2), proses audit tersebut memungkinkan identifikasi pekerja yang menerima gaji namun tidak sesuai dengan daftar nama yang terkait dengan rekening bank.
Audit tersebut merupakan bagian dari kampanye anti korupsi yang dilakukan oleh Presiden Muhammadu Buhari yang mengambil alih kekuasaan tahun lalu.
Korupsi sendiri diketahui merupakan salah satu masalah kronis yang menghambat pertumbuhan ekonomi Nigeria.
Dalam audit yang sama juga ditemukan bahwa sejumlah karyawan menerima gaji dari berbagai sumber.
Menindaklanjuti hal tersebut, pemeriksaan berkala serta teknik audit elektronik akan dilakukan secara berkala untuk mencegah penipuan baru terjadi.
Audit itu membantu Nigeria menghemat anggaran hingga 11,5 juta dolar AS.
[mel]
BERITA TERKAIT: