Pemungutan suara parlemen itu adalah kali pertama dilakukan sejak negara tersebut menerapkan kesepakatan nuklir dan membuka kembali arus ekonomi dengan negara-negara barat.
Ada sekitar 53 ribu TPS yang dibuka di seluruh Iran untuk memilih 290 anggota parlemen. Selain itu juga akan dipilih 88 anggota Majelis Ahli, yakni sebuah badan ulama yang diberdayakan untuk memilih atau menolak pemimpin tertinggi Iran.
Menurut catatan resmi, seperi dimuat
ABC News, ada hampir 55 juta warga Iran yang memiliki hak pilih. Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli sehari sebelumnya memperkirakan jumlah pemilih akan mencapai lebih dari 70 persen.
Pemungutan suara dipandang sebagai referendum mengenai kebijakan Presiden moderat Presiden Iran Hassan Rouhani yang terlibat dalam kesepakatan nuklir dan membuka keran ekonomi dengan negara-negara barat.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: