Presiden Terpilih Harus Akui Taiwan Bagian Dari "Satu China"

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 26 Februari 2016, 13:36 WIB
Presiden Terpilih Harus Akui Taiwan Bagian Dari "Satu China"
Tsai Ing-wen/net
rmol news logo Presiden terpilih Taiwan Tsai Ing-wen harus menghormati konstitusi yang menyebut bahwa Taiwan dan daratan utama, keduanya adalah bagian dari satu China.

Begitu kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi dalam kunjungannya ke Washington pekan ini.

Wang menyebut bahwa terpilihnya Tsai sebagai orang nomor satu Taiwan merupakan suatu proses politik yang normal dan tidak membawa begitu banyak kejutan.

"Kami tidak terlalu peduli soal siapa yang memegang kuasa di kawasan Taiwan," kata Wang dalam pernyataanya di Center for Strategic and International Studies di Washington pada Kamis (25/2).

"Apa yang kami pedulikan adalah, sekali seseorang memegang kuasa, bagaiamana ia bisa menangani hubungan lintas selat, apakah ia akan berkomitmen untuk pondasi damai hubungan lintas selat di bawah prinsip 'satu China'," sambungnya seperti dimuat The Guardian.

China diketahui menganggap Taiwan sebagai bagian dari provinsinya yang membandel. China bahkan siap mengambil kontrol Taiwan dengan kekerasan bila hal itu dirasa perlu.

Pasukan nasionalis yang kalah melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949 pasca perang sipil China.

Sementara itu Tsai sendiri beberapa waktu lalu telah menekankan bahwa ia akan menjaga perdamaian dengan China dengan berjanji untuk mempertahankan status quo dengan China. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA