Begitu kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi dalam kunjungannya ke Washington pekan ini.
Wang
menyebut bahwa terpilihnya Tsai sebagai orang nomor satu Taiwan
merupakan suatu proses politik yang normal dan tidak membawa begitu
banyak kejutan.
"Kami tidak terlalu peduli soal siapa yang
memegang kuasa di kawasan Taiwan," kata Wang dalam pernyataanya di
Center for Strategic and International Studies di Washington pada Kamis
(25/2).
"Apa yang kami pedulikan adalah, sekali seseorang
memegang kuasa, bagaiamana ia bisa menangani hubungan lintas selat,
apakah ia akan berkomitmen untuk pondasi damai hubungan lintas selat di
bawah prinsip 'satu China'," sambungnya seperti dimuat
The Guardian.
China
diketahui menganggap Taiwan sebagai bagian dari provinsinya yang
membandel. China bahkan siap mengambil kontrol Taiwan dengan kekerasan
bila hal itu dirasa perlu.
Pasukan nasionalis yang kalah melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949 pasca perang sipil China.
Sementara
itu Tsai sendiri beberapa waktu lalu telah menekankan bahwa ia akan
menjaga perdamaian dengan China dengan berjanji untuk mempertahankan
status quo dengan China.
[mel]
BERITA TERKAIT: