"Kebahagiaan Nasional bukanlah keinginan. Rencana, proyek, program, penunjuk akan menginformasikan pelayanan kita untuk mencapai kebahagiaan," begitu kata Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dalam akun twitter resminya seperti dimuat
AsiaOne.
Langkah itu diambil sebagai bagian dari perombakan kabinet yang lebih luas di negara Teluk tersebut. Selain Menteri Negara untuk Kebahagiaan, Uni Emirat Arab juga membentuk Menteri Negara untuk Toleransi.
Uni Emirat Arab sebenarnya bukan negara pertama yang memiliki pelayan pemerintah yang didedikasikan untuk mengembangkan, mengatur dan menegakkan kebijakan tentang kebahagiaan.
Pada tahun 2013 lalu, Presiden Venezuela Nicholas Maduro menciptakan posisi Wakil Menteri untuk Kebahagiaan Sosial yang bertugas untuk mengkoordinasikan semua program pengentasan kemiskinan di negara tersebut.
Ada juga berbagai posisi Kabinet unik lainnya di seluruh dunia. Pada tahun 2014, Perdana Menteri India yang baru Narendra Modi membentuk kementerian baru untuk mempromosikan terapi alternatif dan pengobatan tradisional, yang disebut Kementerian Ayurveda, Yoga, Naturopati, Unani, Siddha dan Homeopati (AYUSH).
[mel]
BERITA TERKAIT: