Baik PBB maupun sejumlah negara lainnya seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan bersikeras bahwa yang diluncurkan Korea Utara adalah rudal jarak jauh. Padahal Korea Utara telah menyebut sejak awal bahwa yang diluncurkannya adalah satelit observasi bumi.
"Sejken PBB menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja dengan semua pihak dalam mengurangi ketegangan dan mencapai denukliriasi Semenanjung Korea," kata juru bicara Sekjen PBB seperti dimuat
Press TV.
Ban juga menyebut bahwa peluncuran yang dilakukan oleh Korea Utara itu sangat menyedihkan dan menyerukan agar Korea Utara menghentikan tindakan provokatif dan kembali ke kewajiban internasional.
Korea Utara sendiri diketahui meluncurkan satelit obesrevasi bumi yang disebut sebagai Kwangmyongsong-4. Satelit berhasil memasuki orbit 10 menit setelah diluncurkan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: