Begitu hasil survei terbaru yang dilakukan di Inggris dan dipublikasikan pekan ini.
Thatcher merupakan Perdana Menteri Inggris perempuan pertama, dan sejauh ini merupakan satu satunya yang memimpin antara tahun 1979-1990.
Thatcher dikenang karena keberaniannya dalam mengambil kebijakan saat menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris seperti kebijakan pada serikat pekerja, privatisasi serta perang Falklands.
Karena keberaniannya, ia dikenal dengan julukan "Iron Lady". Julukan itu pula lah yang dijadikan judul sebuah film yang mengangkat kisah hidupnya.
Pada survei yang dilakukan oleh perusahaan asuransi pensiun asal Skotlandia, Scottish Widows itu bertujuan untuk mengetahui seberapa dalam pengaruh Thatcher. Survei itu dilakukan kepada 2.000 responden.
Hasilnya ditemukan bahwa sebanyak 28 persen warga Inggris menyebut bahwa Thatcher merupakan wanita paling berpengaruh di Inggris ketimbang ilmuan Marie Curie yang memperoleh 24 persen suara.
Ia bahkan dinilai lebih berpengaruh ketimbang Ratu Inggris yang memperoleh 18 persen suara, Putri Wales Diana (17 persen) dan juru kampanye hak-hak perempuan Emmeline Pankhurst (16 persen).
Thatcher sendiri diketahui telah tutup usia pada April 2013 lalu.
Scottish Widows yang didirikan pada tahun 1815 untuk mendukung perempuan janda di Perang Napoleon berusaha untuk mengungkap faktor-faktor yang membuat orang lain melihat mengapa wanita bisa dinilai berpengaruh. Demikian seperti dimuat
Reuters (Minggu, 7/2).
[mel]
BERITA TERKAIT: