Di antara jasad-jasad tersebut terdapat juga sejumlah wanita dan anak-anak. Mereka tampaknya dibunuh oleh kelompok militan ISIS saat merebut kembali Ramadi Mei tahun lalu.
"Kami percaya mereka yang ditemukan telah melawan Daesh sebelum Ramadi jatuh (di tangan ISIS) Mei 2015. Investigasi sedang berlangsung," kata Gubernur Anbar Sohaib al-Rawi.
Daesh merupakan istilah lain yang digunakan untuk menyebut ISIS.
Kota Ramadi sendiri telah berhasil diambil kembali oleh militer dengan bantuan koalisi pimpinan Amerika Serikat pada Desember kemarin. Namun karena banyaknya kerusakan serta adanya bahan peledak yang ditanam ISIS di jalan-jalan telah membuat warga sipil enggan untuk kembali.
Usai direbut kembali, pihak berwenang menemukan sejumlah kuburan massal di Ramadi.
PBB mengatakan bahwa ISIS telah bertanggungjawab atas tindakan yang bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kemungkinan genosida.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: