Ke-15 anggota DK PBB dengan suara bulat mengadopsi resolusi yang disusun Inggris untuk membentuk misi politik selama 12 bulan untuk memverifikasi gencatan senjata definitif bilateral dan penghentian permusuhan serta pelucutan senjata antara Kolombia dan pemberontak FARC.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menyambut baik keputusan PBB itu.
"Hari ini, Kolombia adalah sinonim untuk harapan di dunia," tegas Santos.
"Keputusan yang diambil oleh Dewa Keamanan PBB berarti mulai dari hari ini, kita tidak sendiri, tapi bersama dengan PBB dan seluruh dunia untuk maju mengakhiri perang ini," sambungnya dalam pidato yang dilakukan pada Senin malam (25/1).
Misi PBB itu dibentuk berdasarkan permintaan gabungan antara pemerintah Kolombia dan FARC untuk memnatu memonitor proses pelucutan senjata.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: