Pasalnya kebijakan tersebut mengizinkan polisi migrasi di perbatasan Norwegia dengan Rusia untuk memindahkan migran yang berupaya masuk ke Norwegia.
Awal pekan ini, Norwegia telah mulai melakukan pemindahan migran di perbatasan Arktik dengan Rusia. Mereka dipindahkan dengan menggunakan bus ke sejumlah kota di Rusia seperti Nikel dan Murmansk.
Tindakan Norwegia itu memicu reaksi dari PBB. Pasalnya di wilayah tersebut saat ini tengah mengalami musim dingin ekstrim dengan suhu bisa mencapai minus 30 derajat celcius.
PBB telah mengingatkan bahwa Norwegia bisa melanggar konvensi PBB soal pengungsi bila terus menjalankan kebijakan tersebut.
"Mereka (imigran) bisa berakhir di tanah tak bertuan di mana mereka berisiko mati kedinginan," kata komisaris tinggi PBB untuk pengungsi, Vincent Cochetel.
Sementara itu Norwegia sevara tegas menyebut bahwa kebijakan tersebut diterapkan untuk menghalau masuknya lebib banyak imigran.
"Jika Norwegia memiliki kebijakan suaka yang adil, kita perlu mengirim kembali mereka yang tidak berhak atas perlindungan," kata Menteri Imigrasi Norwegia Sylvi Listhaug seperti dimuat
The Guardian.
Kebijakan baru terkait imigran di Norwegia diadopsi oleh parlemen Norwegia pada tahun lalu. Langkah tersebut diambil menyusul ada lebih dari 5.500 imigran bersepeda masuk ke Norwegia melalui Rusia. Sepanjang tahun 2015 lalu, tercatat ada 30.000 orang yang mengklaim suaka di Norwegia.
[mel]
BERITA TERKAIT: