Begitu kata Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam laporan terbarunya berjudul "World Employment and Social Outlook report for 2016" seperti dimuat
The Guardian (Rabu, 20/1). Laporan tersebut dirilis ILO dalam acara Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos Swiss pekan ini.
Disebutkan dalam laporan tersebut bahwa pada tahun 2016 ini, diperkirakan angka pengangguran akan bertambah 2,3 juta orang dan pada tahun 2017 jumlah pengangguran akan bertambah 1,1 juta.
Dengan demikian, total pengangguran secara global pada tahun 2017 mendatang, jika ditambah dengan data pengangguran saat ini, diperkirakan akan mencapai lebih dari 200 juta orang.
ILO menyebut bahwa peningkatan angka pengangguran itu merupakan dampak dari perlambatan ekonomi global pada tahun lalu, khususnya di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin dan Timur Tengah.
Salah satu penulis laporan tersebut, Raymond Torres menyebut bahwa sejumlah negara produsen minyak seperti Brasil, Nigeria dan Rusia lebih berpotensi menderita instabilitas sosial seperti pengangguran meningkat.
Di Brasil sendiri saat ini telah mengalami serangan protes dan gangguan sosial dalam menanggapi pemotongan anggaran belanja, kenaikan pajak dan pengangguran.
"Di negara-negara ini, ada penyusutan anggaran untuk perlindungan sosial, subsidi pangan dan sebagainya. Ketika langkah-langkah seperti ini diambil, hal itu dapat memicu ketegangan sosial," kata Torres.
[mel]
BERITA TERKAIT: