Aksi vandalisme itu dilakukan dengan menggunakan saus tomat oleh pihak tak dikenal.
Dewan Hubungan Amerika-Islam mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (10/1) menyerukan adanya penegakkan hukum utuk menyelidiki aksi vandalisme itu sebagai bentuk kejahatan rasial.
Dalam pernyataan yang sama disebutkan bahwa aksi tersebut bisa jadi termotivasi oleh bias terhadap Islam.
Dikabarkan
The Guardian, juru bicara Dewan menyebut bahwa dalam beberapa waktu terakhir ada peningkatan insiden anti masjid di seluruh Amerika Serikat.
Namun demikian otoritas keamanan setempat yang menangani masalah tersebut menyebut bahwa aksi vandalisme itu belum bisa dikatakan sebagai bentuk kejahatan rasial. Pasalnya, tidak ada kata-kata atau simbol yang ditinggalkan pelaku untuk menunjukkan motivasi kebencian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: