Menurut sumber lokal seperti dimuat
Press TV, sebagian para korban tersebut dieksekusi karena dituduh melakukan spionase dan bekerjasama dengan pemerintah pusat Baghdad melalui polisi atau tentara Irak.
Sedangkan sebagian lainnya dieksekusi karena menyeruakan oposisi terhadap ideologi radikal ISIS.
ISIS yang memperkuat kekuasannya di Irak sejak Juni 2014 lalu itu kerap melakukan eksekusi mati pada tahanan-tahanan yang dinilai membahayakan ISIS.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: