"Ramadi telah dibebaskan dan angkatan bersenjata dari layanan kontra-terorisme telah mengangkat bendera Irak di atas kompleks pemerintah," kata pengumuman yang dibacakan oleh Brigadir Jenderal Yahya Rasool di televisi pemerintah.
Namun demikian, agaknya Ramadi tidak sepenuhnya berhasil direbut militer Irak. Pasalnya, kepala operasi militer di Anbar Ismail al-Mahlawi mengatakan bahwa pasukan Irak hanya berhasil merebut sebagian Ramadi. Sekitar 30 persen wilayah Ramadi masih dikuasai oleh ISIS.
"Kita tidak bisa mengatakan bahwa Ramadi sepenuhnya dibebaskan. Masih ada lingkungan di bawah kendali mereka dan masih ada kantong-kantong perlawanan," jelasnya seperti dimuat
The Guardian (Senin, 28/12).
Direbutnya kembali Ramadi dari tangan ISIS berhasil dilakukan pasca pertempuran sepanjang pekan lalu antara militer Irak dan kelompok ISIS.
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi sendiri telah memberikan ucapan selamat kepada para pejuang Irak yang berhasil merebut Ramadi.
"Tahun 2016 akan menjadi tahun kemenangan akhir dan akhir dari keberadaan Daesh (istilah yang merujuk pada ISIS) di wilayah Irak. Kami datang untuk membebaskan Mosul dan akan menjadi pukulan fatal bagi Daesh," kata Haider.
[mel]
BERITA TERKAIT: