Menurut keterangan pemerintah Kolombia, pria bernama Hector Arboleda Albeidis Buitrago itu merupakan seorang perawat di Madrid.
Jumat lalu (11/12), Kolombia mengumumkan bahwa berdasarkan hasil investigasi, ditemukan setidaknya ada 150 kasus aborsi dari para mantan pejuang perempuan Farc. Mereka dipaksa untuk melakukan aksi aborsi dengan alasan agar tidak merusak kemampuan bertarung.
"Kami memiliki bukti bahwa aborsi paksa adalah kebijakan dari Farc yang didasarkan pada memaksa seorang pejuang perempuan untuk menggugurkan agar tidak kehilangan dia sebagai instrumen perang," kata Jaksa Eduardo Montealegre.
Buitrago dituding terlibat dalam sebagian besar kasus aborsi di kalangan kelompok Farc tersebut.
Dimuat
BBC (Minggu, 13/12), pemerintah Kolombia saat ini tengah menanti proses ekstradisi Buitrago agar bisa diadili di Kolombia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: